Wednesday, March 10, 2010

Tak Ada Yang Bisa Menghentikan Mereka Yang Pantang Menyerah

Bismillah...

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Anda pernah gagal? Aneh sekali jika tidak. Karena, setiap orang yang pernah membuat pencapaian bermakna, pasti pernah gagal. Jadi, jika merasa tidak pernah gagal; mungkin perlu dicek kembali pencapaian-pencapai an kita selama ini. Tetapi, sungguhkah setiap orang yang pernah mencoba pernah gagal? Ya. Memang demikian. Tetapi, mengapa ada orang yang kemudian berhasil, dan ada yang tidak? Tahukah anda apa gerangan penyebabnya?

”Aku tidak pernah kehilangan rasa kagum pada pohon pisang.” begitu saya bilang kepada istri saya ketika melintasi pintu gerbang komplek perumahan kami. Disana ada sebidang tanah kosong yang ditumbuhi beberapa rumpun pohon pisang. Ketika melintasinya, saya melihat beberapa batang pohon yang tumbuh dari pohon yang sudah ditebang. ”Karena,” saya melanjutkan. ”Mereka tidak pernah berhenti untuk tumbuh meski sudah ditebang.”

Mendengar pernyataan itu, istri saya tertawa geli. ”Iya,” katanya. ”Temanku sampai mencincangnya berkali-kali.” lanjutnya.

”Mencincang pohon pisang?” Saya dilanda keheranan. Kok ada orang yang mencincang pohon pisang. Bagi saya, kata ’mencincang’ memiliki unsur horor yang diciptakan dari kekesalan seseorang terhadap sesuatu. Kecuali ’daging cincang’, tentu saja.

Lalu, istri saya menceritakan tentang temannya yang membeli sebuah rumah minimalis yang cantik. Namun, dihalaman rumahnya terdapat pohon pisang. Rasanya janggal ditengah kota ada rumah minimalis yang ’dihiasi’ pohon pisang dihalamannya. Sangat mengganggu pemandangan. Maka, ditebanglah pohon pisang itu. Masalahnya, setiap kali ditebang sang pemilik baru rumah minimalis itu; sang pohon pisang selalu tumbuh lagi. Ditebang lagi. Tumbuh lagi. Sampai-sampai pemilik rumah kesal. Hingga, suatu kali dicincangnya itu batang pohon pisang. Matikah pohon pisang itu setelah dicincang? Subhanallah. Dia tumbuh lagi!

Setelah seluruh upayanya untuk ’mematikan’ pohon pisang itu gagal, akhirnya teman istri saya memutuskan untuk ’mengijinkannya’ tumbuh dihalaman. ”Yah sudahlah..., kalau berbuah nanti bisa dimakan juga,” begitu sang pemilik rumah bilang.

Anda yang pernah membaca buku pertama saya ’Belajar Sukses Kepada Alam’ tentu masih ingat kisah seorang petani yang mengajarkan nilai-nilai keteguhan hati kepada anaknya. Beliau menggunakan pohon pisang sebagai media untuk menunjukkan keutamaan sifat pantang menyerah itu. Sebab, pohon pisang; tidak mau mati ketika ditebang. Dia hanya akan bersedia mati, setelah dia berbuah. Kalau dia ditebang sebelum berbuah, jangan harap anda dapat membunuhnya. Lalu, petani itu berkata kepada anaknya; ”Ada satu cara yang tidak mungkin membiarkan engkau gagal, Nak.”

”Apakah gerangan itu Ayahanda?” Tanya sang anak.
”Yaitu, engkau tidak berhenti melakukan sesuatu; sebelum berhasil.” jawabnya.


Apa yang saya ceritakan diatas bukanlah kisah rekaan belaka. Melainkan sebuah realitas yang jika kita resapi maknanya; akan menunutun kita kepada sebuah keunggulan pribadi kelas tinggi. Sebab, seseorang yang memiliki semangat hidup seperti pohon pisang tidak akan pernah berhenti sebelum dia berhasil mewujudkan cita-citanya. Karena, falsafah hidup pohon pisang berbunyi;”tidak akan pernah menyerah, sebelum berbuah.” Sehingga, orang-orang yang menerapkan falsafah itu; tidak akan pernah menyerah, sebelum berhasil mewujudkan tujuan hidupnya.

Apa tujuan hidup anda? Saya tidak tahu. Yang pasti, tidak satupun manusia dimuka bumi ini yang tidak memiliki tujuan hidup. Apa tujuan hidup pohon pisang? Untuk berbuah. Kita tanya sekali lagi; apa tujuan hidup anda? Mungkin untuk berbuah juga. Namun, buah yang kita hasilkan bukan berupa tumbuhnya organ atau bagian tubuh secara fisikal. Melainkan, sebuah karya yang dihasilkan oleh tindakan dan perbuatan yang kita lakukan.

Jikapun kita masih belum mampu mendifinisikannya, tidak berarti tidak memilikinya. Karena, manusia normal memiliki ’will’ atau kehendak. Sehingga, pastilah mereka mempunyai dorongan dari dalam diri untuk berprestasi. Atau mencapai sesuatu dalam hidupnya. Oleh karenanya, sekalipun kita belum mampu mendefinisikan tujuan hidup kita dengan jelas, namun kita selalu memiliki keinginan untuk mencapai sesuatu. Dan itu bisa berarti sebuah anak tangga untuk menuju kepada wujud ’tujuan hidup itu’. Misalnya, ingin mendapatkan jabatan lebih tinggi lagi. Ingin memiliki uang lebih melimpah lagi. Ingin menjual lebih banyak lagi. Ingin memberi manfaat kepada orang lain lebih besar lagi. Ingin menjadi orang yang lebih penyayang. Dan sebagainya. Anda tentu memiliki keinginan-keinginan semacam itu, bukan?

Sekarang, coba periksa lagi; apakah perjalanan kita untuk mewujudkan keinginan itu selalu berjalan dijalur mulus. Atau selalu melintasi jalan terjal, licin, dan berliku? Yah, kadang-kadang segala sesuatu berjalan seperti yang kita inginkan. Namun, kita tahu bahwa tidak selamanya semudah itu. Pada saat segala sesuatunya indah, tentu hati kita berbunga-bunga. Hingga kita sering lupa daratan. Namun, pada saat segala sesuatunya begitu sulit; kita sering sekali mudah patah semangat. Dan gampang menyerah.

Padahal, pohon pisang itu tidaklah demikian. Bahkan setelah berkali-ali dicincang; dia tumbuh lagi. Dan terus tumbuh lagi. Saat sang pemilik rumah menemukan bahwa tidak ada gunanya terus menerus menebang pohon pisang; kita jadi tahu bahwa tak ada yang bisa menghentikan mereka yang pantang menyerah. Sebab, mereka yang pantang menyerah tidak akan pernah berhenti untuk berusaha. Seberat apapun tantangan yang mereka hadapi. Seperih apapun penderitaan yang mereka alami. Sesulit apapun rintangan yang mereka lintasi.

Duh, andai kita mampu mencerna falsafah pohon pisang itu. Lalu meresapinya didalam hati. Kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin tak ada satu hal pun dimuka bumi ini. Yang mampu membuat langkah kita terhenti. Karena, dengan falsafah itu; maka kita. Tidak akan pernah berhenti. Sebelum Berhasil. Mewujudkan. Tujuan hidup kita.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Learning Facilitator of “Business Process And Continuous Improvement” Program
http://www.dadangka darusman. com/

Catatan Kaki:
Ada satu cara yang pasti membuat kita berhasil. Yaitu, tidak berhenti melakukan sesuatu; sebelum berhasil.

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo. com

aumber: milis sekolah kehidupan

Tuesday, March 9, 2010

RITA - AKANKAH PENJUANG KEHIDUPAN ITU HARUS MENYERAH?

Bismillah..

Assalamu'alaiukum wr wb,
Kemarin siang Senin, 8 Naret Pk. 12.30 Sal, menelpon saya dengan suara
tersendat: "Operasi Rita masih berjalan, tapi saya dipanggil dr Hilam. Beliau
memberitahu bahwa operasi tidak bisa dilanjutkan, karena sudah banyak sel-sel
kanker yang melekat di berbagai organ penting. Perlekatannya sudah tebal, kalau
dipaksa angkat, berbahaya bagi pasien. Yah, tinggal menunggu mu'zizat Allah
saja..."

Saya langsung jatuh terduduk, kaki lemas, badan saya dingin sekali. Sesaat saya
tidak bisa berkata-kata. Juga Sal. Hening. Tapi saya mencoba sekuat tenaga
memanggilnya.
"Terus, bagaimana?" tanya saya
"Operasinya ditutup"
"Jadi, kalau nanti Rita sadar, perutnya masih membesar?"
"Ya.."
"Kalau dia tanya, bagaimana?"
"Bagaimana ya?" dia balik bertanya, pasti bingung...


*

Sorenya Sal mengirim sandek: "Rita sudah di rang ICU, diantara sadar dan tidak,
dia berteriak-teriak astaghfirullahhal'adziim, ya Allah,
astaghfirullahhal'adzim, ya Allah... Saya tidak tega melihatnya..."
Menjelang maghrib Sal kembali mengirim sandek :" Rita sudah sadar penuh. Saya
belum diperbolehkan masuk, hanya melihatnya dari kaca. Perutnya dan kakinya
membesar.Ia menoleh ketika melihat saya, tangannya melambai dan tersenyum.
Wajahnya kurus, sehingga gigi-giginya kelihatan besar, tapi bagi saya ia sangat
cantik... aku sungguh sayang sama dia..!"
Malam harinya Sal mengirim sandek: "Malam ini digelar doa di masjid dan
mushalla-mushalla. Keluarga besar Rita dan saya berkumpul memanjatkan doa untuk
turunnya mu'zizat bagi Rika. Saya berharap Mbak juga ya...."


*


Ya, Allah, akankah Pejuang Kehidupan itu harus menyerah? apakah ia kalah?
Sungnguh banyak sekali misteri kehidupan tersimpan rapat-rapat. Bagi mata saya,
mungkin juga mata kita semua, Rita adalah sosok yang kalah, karena sangat tidak
berdaya menghadapi maut yang sedang mengancamnya. Sal, juga mungkin sosok suami
yang kalah karena tidak mampu membawa isterinya ke Singapura atau membeli obat
yang sangat manjur...

Saya jadi teringat Rita bercerita kepada saya pada hari Jumat, 26 Pebruari 2010
siang (saya bezuk). Ada seorang tetangga namanya G bezuk, bercerita bahwa
isterinya terkena kanker mamae, saat ini sedang berobat di Malaka. G
mondar-mandir Jakarta-Malaka dua hari sekali. Di sana dokternya hebat-hebat,
obatnya juga bagus-bagus, kenapa tidak bawa saja Mbak Rita ini ke sana, Sal?"
Ketika G sudah pulang, Sal menangis sengguk-sengguk sambil memeluk: "Maafkan,
aku tidak mampu membawa kamu berobat ke sana. Hanya di sini, di Sal Jamkesmas
ini..." Rita bercerita sambil tertawa, ia menjawab :" Sal, jangan dengerin Si G
itu ngoceh, biar saja! Kalau isterinya sembuh berobat ke sana, itulah yang kita
harapkan, kita bantulah mereka dengan doa. Kamu bawa aku ke sini, aku sangat
bersyukur, terimaksih, Sal. Memang yang punya obat untuk orang sakit siapa, sih?
Bukannya Allah yang pegang kunci gudangnya...hehehe, walaupun berobat ke Amrik,
kalau Allah gak kasih kuncinya, ya,
gak sembuh. Percaya saja sama Allah.. Lagian Si G itu kan memang orang somse
kaya gitu, gak usah direwes..."


*

Tetapi di mata Allah, apa sebenarnya yang hebat dari orang sakit? Tentu:
kesabarannya, usahanya, keikhlsannya! Bukankah begitu, saudaraku? Saya sangat
berterimaksih atas doa, penghiburan dan bantuan yang telah dicurahkan kepada
Rita. Semua itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita semua. Saya juga
mohon doakan isteri G semoga sukses, sembuh dan sehat kembali berobat di Malaka
(Malaysia), amiin. Dan untuk Rita, memang hanya mu'zizat Allah yang bisa
mengentikan penyakitnya...
Sampai dengan detik-detik meng-klik 'kirim' belum ada kabar tentang Rika, saya
mau telpon Sal, tapi hati saya tiba-tiba amerasa takut...

Nening
(nyuwun pangapunten dumateng sedherek Banyumasan, boten ngangge 'basa
kebanggan', saestu nyuwun pangapunten)

nening mahendra

sumber: milis FLP

Dibalik peran Sahabatku

Bismillah....

Matahari masih sepenggalah namun teriknya menelusupi ruang Sahabatku.
Sebagai seorang Manajer Sumber Daya Manusia dari sebuah BUMN di daerah,
tentu kebanyakan ya bertemu dengan karyawan. Tapi hari ini didepannya,
seorang laki-laki yang tengah menghiba, bukan karyawan. Orang itu
mengenakan baju meski kelihatan rapih nampak tersirat sangat
sederhana. Laki laki itu pensiunan Perusahaan tempatnya bekerja.

"Pak Manajer mohon maaf, saya datang kehadapan Bapak mau meminjam uang
sebesar Rp 3.500.000,- . "

Sahabat saya menjawab : " Bapak khan baru kenal saya, masak langsung
meminjam uang ?" Sentilnya " Kenapa Tidak pinjam ke teman, Saudara atau
ke tempat lain ?."

" Sudah Pak. Saya sudah putus asa, mereka semua menolak. Saya punya
hutang dimana-mana" Katanya memelas.

" Lho kalau punya hutang dimana-mana, bagaimana Bapak bisa mengembalikan
uang itu ? " Pensiunan itu menunduk dan bergumam," dengan uang Pensiun
sebulan sebesar Rp 850.000,- tentu memang berat untuk mengangsur.
Apalagi diman mana saya masih hutang".

"Untuk apa sih uangnya ? "

"Untuk membayar Uang Kuliah anak saya, Anak saya kuliah di UGM Yogya
Pak".

" Berapa bayaran kuliahnya" tanya sahabat saya.

" Tiga setengah juta Pak."

" Ini empat juta, bapak pakai, tidak usah hutang. Kalau benar- benar
untuk kuliah insya allah saya kasih. Saya akan bantu anak Bapak untuk
menyelesaikan kuliahnya". Bapak itu pulang dengan suka cita.

Hari lain, seorang uztadz datang, bilang pondoknya kesulitan pendanaan.
Sekarang ini sepi donatur. Dulu banyak, dan berasal dari kantor
sahabat Saya. Karena banyak yang pindah. Mereka biasanya menyumbang
beragam ada yang Seratus ribu, duaratus ribu, dsb.

" Dari Kantor ini, berapa total uang sumbangannya, Pak " Tanya sahabat
Saya.

" Kalau semua sekitar 1,5 juta sebulan, Pak ", Jawab Pak Uztadz.

" Ya sudah ini uang Rp 1,5 juta, bulan depan Bapak datang ke tempat
saya, Insya Allah saya akanrutin memberi 1,5 Juta".

Hari berikut, ada pengurus pesantren masih muda datang, mengemukakan
kesulitan dana operasional pengelolaan Pondok.

Dengan uangkapan ringan Sahabat saya berkata sambil menyerahkan selembar
amplop : " Ini uang sekedarnya. Nanti tiap bulan saya akan memberi tapi
jumlahnya tidak tetap, ya? " Katanya sambil menyerahkan amplop.

Hari yang berbeda, sekretarisnya bilang ada yg mau bertemu,
kelihatannya mau minta sumbangan.

" Apa tidak bisa dicarikan alasan agar tidak menemui saya? "

" Wah pak dia nangis nangis suami isteri, bilangnya akan menunggu sampai
Bapak datang kapan pun".

Akhirnya ia menyuruh masuk. Sepasang Suami Isteri masuk sambil
menundukk,

" Pak tolonglah kami Pak. Kata tetangga, untuk urusan anak sekoLah,
Bapak pasti membantu" Katanya " Saya sangat memerlukan Rp 8 juta ".

Sahabat Saya berkata dalam hati : " Wah saya salah ucap ya ....
maksudnya bukan untuk semua orang ......"

" Pak, anak saya kuliah di ITB. Saat ini mengalami kecelakaan dan harus
di operasi segera" Keduanya menangis dihadapan sahabat saya. " Saya
tidak punya uang sama sekali. Hanya kepada Bapak saya berharap Pak ".

"Hush , jangan begitu berharaplah pada Allah". Sahabat saya tergerak
hati. Ditelponnya isterinay yang sedang berada di Bandung. Suruh
mengecek kebenarannya. Kebetulan Saudara Isterinya dekan di ITB. Dan
memang benar anak itu mengalami kecelakaan, dan sudah dibantu Kampus
termasuk asuransi. Masih kurang 4,5 juta.

Akhirnya keduanya disuruhnya berangkat menggunakan travel untuk Menemui
anaknya ?."

" Pak Bagaimana biaya operasinya ? "

" Kampus membayar, Isteri saya nanti yang akan menutupi kekurangannya" .

Hari-hari telah berlalu.

Suatu malam, sekitar jam 10 malam. Sahabat Saya tersadar, dia harus
transfer uang. Anaknya kuliah di UGM dan harus bayar uang kuliah. Hari
ini terakhir. Saat dia memasukkan kartu ke atm, teringat dia pada
pensunan yang datang kekantornya beberapa waktu lalu.

Setelah selesai transfer, tanpa pikir panjang, dia ambil uang cash. Dia
berpikir bahwa pensiunan itu pasti juga membutuhkan uang kuliah untuk
anaknya.

Kemudian ditelusurinya malam yang lengang, dicarinya rumah pensiunan
itu. Setelah muter muter dan bertanya akhirnya ditemukan rumah yg
sederhana. Dengan pagar separoh yang sudah terkunci.

Setelah di mengetok ngetok pagar beberapa lama, seorang laki laki
bersarung dan tangannya memegang tasbih menyambutnya. Betapa
terkejutnya saat mengetahui Sahabat Saya yang datang.

" Oh Pak mari masuk pak, ada apa pak malam-malam ?".

Setelah duduk, akhirnya sahabat saya mengatakan minta maaf karena malam
malam datang.

" Sasya tadi dari ATM, mentransfer uang kuliah anak saya" Kata sahabat
saya "Tiba tiba Saya teringat Bapak"

Sahabat saya melanjutkan : " Begini pak saya kan telah berjanji mmemberi
bapak uang untuk kuliah anak bapak. Ini uangnya".

Orang tua itu mengalirkan airmatanya di ujung mata, tak bisa berkata
kata

" Subhanallah Pak " akhirnya dia berkata masih terbata " Pak, saya sudah
di titik hampir putus asa. Tadi anak saya mestinya berangkat ke Yogya,
tetapi tidak mau. Itu dia di kamar meringkuk. Dia bilang kalau belum
bawa uang kuliah dia tidak akan pergi"

" Saya hanya mampu mengadu pada Allah. Saya serahkan sepenuhnya pada
Kekuasaan Allah. Saya hanya minta pada NYA. Sudah beberapa jam saya
berada diatas sajadah Pak. ".

.

Dipanggilnya anaknya. Kemudian setelah diberitahu siapa Sahabat saya,
anak itu mencium tangan dan mengucap terima kasih.

" Berterimakasihlah pada allah saya hanya melantarkan saja." Kata
sahabat saya lembut. Dan kemudian dia pamit.

============ ========= ========= ========= ========= ====

Terimakasih sahabatku, semoga yang engkau lakukan memberi Inspirasi
kepada yang lain.

Jakarta akhir Februari 2010.

Hudi Darminto.

Hudie_de@yahoo. com

(( Renungan sahabat saya : Ini pertanda dari allah, untuk inilah dia
dipindah kesini, ditempat yang lama gajinya besar sementara tak ada
yang meminta karena didaerah terpencil. Setelah pindahdengan gaji yg
jauh lebih kecil dia banyak disuruh allah untuk memberi)).

allah untuk memberi)).

Hudi Darminto

Rahasia kehidupan adalah memberi

*****

sumber : milis FLP

Istriku itu...

Bismillah..

"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah." (HR Muslim dan Ibnu Majah)

Seorangayah. wp.com,
Udara dhuha itu begitu cerah, secerah wajah seorang suami yang sedang
berbunga-bunga. Sesaat setelah dhuha, dia duduk di meja kantornya,
menghadapai komputer yang tetap setia menemani. Sesekali wajahnya di
tengok-kan ke sebelah kiri ke jendela, memandang arus lalu lintas di
Jalan Gatot Subroto, “Ehm…masih lancar gumamnya”. Sambil memandang ke
Jalan Gatot Subroto dari lantai 11, fikirannya hanya terbayang wajah
cantik sang kekasih hati, bidadarinya, yang sudah hampir tiga tahun
ini, setia menemani dalam suka dan duka.

Seorang sahabat menepuk pundaknya, “Kok senyam-senyum sendiri?”
sambil mendekat duduk kepada pemuda yang berstatus ayah muda itu. “Iya,
sedang memikirkan kekasih hati”, jawabnya sambil tetap senyam-senyum
sambil menatap jalanan Gatot Subroto yang perlahan padat merayap.

“Adakah yang kau pikirkan dengan kekasih hatimu itu?” Tanya rekan
kerja yang memang sejak awal masuk sudah menjadi teman ngobrolnya itu.
“Iya, saya sedang berfikir, apakah istri saya itu istri shalihah?”
curhatnya sambil memindahkan arah pandangan ke arah kuningan, dan yang
tampak hanyalah barisan gedung Wisma Karya, RNI dan gedung lainnya.
“Memangnya istri kamu kenapa?” sahabatnya bertanya dengan intonasi
menyelidik, dan memang karena mereka sudah seperti saudara, maka
perbincangan- pun berlanjut.

Istriku itu…

Jika ia lebih awal bangun dan itu belum waktu shalat Shubuh,
biasanya ia membangunkanku dengan lembut, tangannya yang halus, mungil
serta putih itu menyentuhku perlahan, dan ketika ku buka mata ini,
tampaklah wajah cantik nan ayu sudah tersenyum manis. Dan terucaplah
kata-kata lembutnya : “Sholat Tahajud Yuuk”, sambil memberi “sun” saya
langsung bergegas menuju tempat wudhu, sesampainya di kamar, bidadari
manisku itu sedang menunggu untuk shalat bersama. Dengan balutan mukena
yang bercorak border pink dengan warna dominant putih, wajah putihnya
kian cantik dan begitu sejuk di pandang, “Ya Allah…jadikanlah wanita
ini menjadi penghulu para bidadari di Syurga nanti” do’aku dalam hati.
Lanjut membaca

============ ========= ========
Dibutuhkan senyum untuk hidup...
Semangat untuk bergerak...
Iman untuk berjuang dan
Sahabat untuk saling mengingatkan. ..
============ ========= ========
Abdul Azis, S.Pd
PT. JARING DATA INTERAKTIF
Qtv | SwaraChannel
e.mail : azis@qchannel. tv
Ph. +6221-52900303 | Fax. +6221-52900301
www.abdulazis. com
www.cahayarumah. multiply. com
============ ========= ========

sumber : milis sekolah kehidupan

Monday, March 8, 2010

40 hari

Bismillah.....

22 Desember 2009 bertepatan dengan hari Ibu,saya berniat
membelikan Ibu saya kue tart.Tapi niat itu urung dilakukan
karna saya berpikir nanti saja sekalian merayakan ultah
Ibu tanggal 3 maret dan ultah saya 9 maret, yah...mungkin
semacam syukuran kecil-kecilan.

Beberapa hari setelah mother's day,pulang dari tempat
beraktifitas saya dapat surprise yg menarik.Setelah sekian
lama Ibu tiba-tiba memasak makanan kesukaan saya,padahal
beliau dalam keadaan sakit tapi memaksakan diri untuk
memanjakan anak bungsunya ini.

Awal 2010 saya sempat beberapakali pulang larut malam,tapi
Ibu selalu setia menunggu kepulangan saya dan itu sudah
dilakukannya sejak dulu.Dan dalam keadaan kurang sehat
lagi-lagi beliau memaksakan diri begadang untuk menanti
saya mengetuk pintu.

18 Januari 2010 Ibu dirawat yg diharapkan tentunya
kesembuhan.23 Januari 2010 dengan sangat memaksa beliau
meminta pulang dengan berusaha melepasakan infus
ditangannya. Saya dan kakak-kakak sepakat pada hari itu
membawa Ibu pulang dari Rumah Sakit.Dalam perjalanan saya
melihat pancaran kebahagiaan di wajah Ibu.

Satu jam kemudian sesudah sampai di rumah,rasa khawatir
kehilangan itu benar-benar hadir,karna Ibuku tersayang
menghadap sang Khalik.

Hari ini 3 maret 2010 adalah hari kelahiran Ibu dan juga
40 harinya beliau berpulang.
40 hari sudah sosok yg melahirkanku itu pergi
40 hari sudah tempat aku berkeluh kesah,motivator
terbaikku,koki paling hebat bagiku dan yang selalu
menunggu kepulanganku. ..Saat ini dan selamanya cukup saya
rindukan,doakan dan saya kenang...

jangan pernah ada kata menunda untuk membahagiakan
orangtua,menunda jika kita sudah sukses atau menunda
sampai kita punya waktu dan materi yg melimpah karna
merasa orangtua akan lebih berbahagia dengan hal itu.Tapi
sebenarnya orangtua bahagia jika anaknya merasa bangga
telah dilahirkan dan dibesarkan oleh sosok orangtua
seperti mereka.

Posted by: "fahmi ahmad wiguna" fampi_br@plasa.com


sumber : milis sekolah kehidupan

Keutamaan Bersedekah Kepada Faqir Miskin Yang Tidak Meminta

Bismillah...

Suatu hari di salah satu bagian ibukota terjadi peristiwa kebakaran di malam
hari yang melanda sebuah rumah keluarga kaya raya, yang mana seluruh penghuni
rumah termasuk pemiliknya mati terbakar didalam rumah tsb. Para penghuni rumah
tsb sudah berusaha keluar dari rumah namun karena semua pintu keluar sudah
terkepung api dan jendela-jendela yang ditralis besi yang kuat maka mereka tidak
bisa keluar.

Walaupun penghuni rumah tsb tidak pernah mau bergaul dengan para tetangga
apalagi menolong tetangga yang sedang kesusahan, para tetangga rumah tsb tetap
berusaha menolong mereka dg membawa linggis, namun karena terlampau kuat tralis
besi jendela rumah tsb, maka sia-sialah usaha mereka untuk menolong.


Apa yang terjadi kepada keluarga kaya tsb bisa menjadi pelajaran yang berharga
untuk kita semua yang mengaku beriman kepada Allah,SWT dan hari pembalasan bahwa
untuk hidup bahagia dengan harta yang berlimpah aman dari maling,pencurian atau
perampok adalah bukan dengan memasang tralis-tralis besi yang kuat di dalam
rumah kita tapi kita harus menjalankan apa yang sudah diperintahkah dalam
Al-Qur'an dan Sunnah yaitu melaksanakan Zakat,Infaq atau Shodaqah dari sebagian
harta kita kepada para faqir miskin baik yang meminta-minta maupun tidak meminta
kepada kita, khususnya di lingkungan sekitar kita.


Firman Allah,SWT dalam Al-Qur'an Qs. 2 : 273 :

" Berinfaqlah kepada orang-orang faqir yang terikat oleh jihad di jalan Allah,
mereka tidak dapat berusaha di muka bumi , orang yang tidak menyangka mereka
orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta, kamu kenal mereka dengan
melihat sifat-sifatnya , mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan
apa saja harta yang kamu nafkahkan (di jalan Allah) , maka sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui."


Dari ayat di atas jelas bahwa Allah,SWT memerintahkan kepada kita untuk
menafkahkan sebagian dari harta kita kepada para faqir miskin baik yang meminta
maupun tidak meminta tapi kita tahu mereka membutuhkan pertolongan dari
tanda-tanda mereka dalam kehidupannya sehari hari.


Apalagi jaman sekarang ini yang mana banyak sekali orang yang miskin yang untuk
makan sehari-hari saja mereka harus berjuang dari pagi s/d sore namun masih
kekurangan makan karena masih harus membayar mahalnya sewa kontrakan rumah,
namun mereka enggan meminta-minta kepada orang kaya. Orang-orang miskin seperti
inilah juga harus kita bantu, mungkin minimal dengan memberikan sebagian makanan
yang ada di rumah kita, bukankah ini perintah Baginda Nabi Kita Muhammad,SAW
kepada kita ummatnya?


Ulama terkenal Imam Habib Abdullah Hadad dalam kitabnya "Nasihat Agama dan
Wasiat Iman " dalam Bab Zakat,Infaq dan Sedekah mengatakan bahwa orang yang
tidak mau mengeluarkan zakat,infaq atau sedekah terhadap sebagian hartanya akan
mengalami hal-hal sebagai berikut :


1.Harta tsb bisa menjadi sumber bahaya, fitnah dan bencana.
2.Harta tsb terangkat berkahnya.
3.Harta tsb bisa menjadi sumber dari segala perbuatan dosa.
4.Hidup penuh gelisah dan keluh kesah, merasa bosan dg ketentuan Allah,SWT.
5.Dikhawatirkan meninggal dalam keadaan Suul Khatimah (keluar dari agama Islam).
6.Di akhirat harta yang tidak dikeluarkan zakatnya akan menyiksa yang empunya
harta tsb di neraka.

Mohon maaf atas segala kekurangan,

Walllahua'lam

Al-Faqir


http://alihozi77.blogspot.com

suber: milis sekolah kehidupan

14 PRINSIP MUTU DEMING

Bismillah...

Deming menawarkan empat belas prinsip kunci bagi manajemen untuk
meningkatkan efektivitas bisnis. Poin-poin ini pertama kali disajikan
dalam bukunya Out of the Crisis.

1. Buat tujuan yang mantap untuk meningkatkan produk dan pelayanan,
dengan maksud untuk menjadi lebih kompetitif dan bertahan dalam bisnis,
dan untuk menyediakan pekerjaan.

2. Adopsi Filosofi Baru. Kita berada dalam zaman ekonomi baru. Manajemen
harus bangun dan menerima tantangan, harus belajar bertanggung jawab
mereka, dan menggunakan kepemimpinan untuk menciptakan perubahan.

3. Hentikan ketergantungan pada inspeksi untuk mencapai kualitas.
Hilangkan kebutuhan akan pemeriksaan mendasar secara massal, ciptakan
produk yang berkualitas sejak awal.

4. Akhiri praktik melakukan bisnis berdasarkan harga. Sebaliknya,
minimalkan biaya total. Bergeraklah ke arah pemasok tunggal untuk setiap
satu item, ciptakan hubungan jangka panjang berdasarkan kesetiaan dan
kepercayaan.

5. Tingkatkan kualitas produk dan pelayanan secara konstan dan
berkesinambungan, tingkatkan kualitas dan produktivitas, dan dengan
demikian biaya terus-menerus mengalami penurunan.

6. Lembagakan pelatihan di tempat kerja.

7. Lembaga kepemimpinan. Tujuan pengawasan haruslah untuk membantu
manusia, mesin-mesin, dan peralatan untuk melakukan pekerjaan yang lebih
baik
. Tingkatkan kualitas dari pengawasan manajemen dan pengawasan
pekerja produksi.

8. Hilangkan rasa takut, sehingga setiap orang dapat bekerja efektif
untuk perusahaan.

9. Hancurkan penghalang antar departemen. Orang-orang dalam penelitian,
desain, penjualan, dan produksi harus bekerjasama sebagai sebuah tim,
untuk mengantisipasi hasil produksi dan penggunaannya, dengan demikian
masalahnya bisa dideteksi secara dini dalam proses menghasilkan produk
atau jasa.

10. Hilangkan slogan-slogan, desakan, dan target untuk angkatan kerja
meminta tanpa cacat dan tingkat produktivitas baru. Nasihat seperti itu
hanya menciptakan hubungan yang berlawanan, sebagai bagian terbesar dari
penyebab rendahnya kualitas dan produktivitas rendah milik sistem dan
dengan demikian berada di luar kuasa tenaga kerja.

11. a. Hilangkan bekerja berdasarkan standar (kuota) di lantai pabrik.
Gantikan dengan kepemimpinan.

b. Hilangkan manajemen berdasarkan tujuan. Hilangkan manajemen dengan
angka-angka, numerik tujuan. Gantikan dengan kepemimpinan.

12. a. Hapus hambatan yang merampok pekerja per jam haknya untuk
kebanggaan pengerjaan. Tanggung jawab pengawas harus diubah dari angka
yang jelas terhadap mutu.

b. Hapus hambatan yang merampok orang di manajemen dan di rekayasa hak
mereka untuk kebanggaan pengerjaan. Ini berarti, antara lain,
"penghapusan tahunan atau jasa penilaian dan manajemen dengan
tujuan.

13. Institut program pendidikan dan perbaikan diri yang kuat.

14. Letakkan semua orang di perusahaan untuk bekerja dan mencapai
transformasi. Transformasi adalah tugas semua orang.

"Pelatihan besar-besaran diperlukan untuk menanamkan keberanian
untuk melanggar tradisi. Setiap kegiatan dan setiap pekerjaan adalah
bagian dari
proses. "

Template by : kendhin x-template.blogspot.com